Air dan Kehidupan, Menghargai Air, Menghargai Kehidupan

Kebun Raya Cibodas (KRC) adalah lembaga konservasi tumbuhan yang memiliki lima fungsi yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, pariwisata dan jasa lingkungan. Kelima fungsi tersebut saling terkait dan tak terpisahkan. Fungsi konservasi kebun raya dilakukan dengan mengoleksi ribuan tanaman khususnya dari Kawasan hutan-hutan pengunungan di Indonesia. Penelitian terkait koleksi tumbuhan dilakukan oleh para peneliti untuk mendukung pelaksanaan kegiatan konservasi. Fungsi Pendidikan tertuang dalam berbagai kegiatan pendampingan penelitian mahasiswa, magang dan diseminasi terkait perkebunrayaan kepada masyarakat berdampingan dengan fungsi wisata. Fungsi kelima, jasa lingkungan adalah fungsi yang akan terpenuhi dengan adanya koleksi tumbuhan yang dikonservasi di KRC.
Kebun Raya Cibodas telah berusia lebih dari 168 tahun. Sejak awal berdiri hingga saat ini, terus dilakukan pemeliharaan, perawatan dan penambahan jumlah koleksi. KRC telah mengoleksi sekitar 6.986 spesimen (sindata.krc.lipi.go.id). Selain tanaman koleksi, disini juga hidup berbagai jenis tumbuhan non koleksi. Tanaman koleksi dan non koleksi di KRC merupakan sumber oksigen yang merupakan komponen kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan itu sendiri. Selain itu, tanaman tersebut juga membantu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah dan mencegah banjir serta longsor.
Berdasarkan data dari BNPB ada beberapa tumbuhan yang berperan dalam proses penyerapan air, mencegah banjir dan longsor apabila kita tanam, diantaranya yaitu rasamala, kayu putih, puspa, alpukat, nangka, cempedak, matoa, sukun, aren, cempaka, mindi, ketapang, jabon putih, beringin, sempur, mahoni, gandaria, kenangan, sagu, sereh wangi, kopi, bambo, kenari, kemiri, pala, manggis dan beberapa tanaman endemik lainnya (indonesiabaik.id). Dari data tersebut diatas, ada beberapa tumbuhan yang ditanam di Kebun Raya Cibodas, yaitu rasamala, puspa, cempaka, kayu putih, aren, nangka, alpukat, bambo dan beberapa tanaman lainnya.
Bagaimana tumbuhan dikatakan bermanfaat untuk kita? Seperti kita tahu, oksigen dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Semakin banyak tumbuhan maka semakin banyak oksigen yang dihasilkan. Bagi tumbuhan, manfaat oksigen adalah untuk menyerap nutrient yang berguna untuk pembentukan jaringan baru dan membuat tumbuhan semakin besar (kompas.com, 2021). Bagi manusia dan hewan, oksigen adalah sumber kehidupan, karena manusia bernafas menggunakan oksigen, sehingga manusia membutuhkan tumbuhan sebagai penghasil oksigen.
Selain itu, tumbuhan dan air memiliki keterikatan yang kuat. Tumbuhan berperan dalam menjaga siklus air. Air hujan yang turun ke permukaan bumi, akan diserap oleh tanah dan tumbuhan kemudian dilepaskan ke udara. Keberadaan tumbuhan membantu air masuk ke dalam tanah secara perlahan dan menyimpannya sebagai cadangan air.
Pada lahan dengan sedikit tumbuhan akan membuat air hujan langsung mengalir ke daerah yang lebih rendah kemudian masuk ke sungai sehingga menyebabkan luapan/banjir. Selain itu, karena sedikitnya tumbuhan maka akan menyebabkan hilangnya daya serap tanah sehingga mengurangi cadangan air di musim kemarau. Dengan banyaknya tumbuhan maka cadangan air tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak kekurangan air.
Hidup kita sangat tergantung terhadap keberadaan air bahkan dapat dikatakan manusia tidak akan dapat hidup tanpa adanya air karena air adalah kehidupan.
Manusia memerlukan air untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, membersihkan diri, dan kegiatan lainnya. Pun untuk menggerakkan tubuh dan proses metabolisme. Menurut Tjutju Susana (2003) tubuh manusia dan hewan, 60-85% terdiri atas air. Apabila kebutuhan air tidak terpenuhi atau kurang, maka akan menyebabkan timbulnya beberapa penyakit seperti sakit pinggang, batu ginjal, sembelit, tekanan darah dan kolesterol tinggi serta penyakit lainnya (M. Hafidudin &Azlan, 2016).
Kita terkadang lupa dan kurang menghargai pentingnya peranan air bagi hidup dan tubuh kita. Ketersediaan air yang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup bisa menjadi penyebabnya. Kita biasanya menggunakan air secara berlebihan, pencemaran air dan sungai masih banyak kita saksikan. Hal tersebut kita lakukan karena seumber daya air yang kita manfaatkan masih berlimpah yang berasal dari air hujan, air permukaan, air tanah dan air laut (Tjutju Susana, 2003). Air tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia baik dari segi sosial, budaya dan ekonomi.
Dalam rangka memperingati hari air pada tanggal 22 Maret ini, KRC mengajak kita untuk mulai meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tumbuhan. Mari kita mulai lebih menghargai air/valuing water. Mari kita manfaatkan air secara bijaksana dan berkelanjutan agar masa depan kita terjamin dan tidak kekurangan air. Tak ada lagi banjir akibat sedikitnya pohon yang dapat menyerap air. Tak ada lagi musibah longsor, karena semua telah mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan dan menanan serta memelihara tumbuhan.
Selamat hari air. (Winarni)

Foto: Trisno Utomo
Referensi:
Tjutju Susana. 2003. AIR SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN. Oseana, Volume XXVIII, Nomor 3, 2003: 17-25
http://file.upi.edu. Ellis Endang Nikmawati. Pentingnya Air dan Oksigen bagi Kesehatan Tubuh Manusia (waktu akses 21 Maret 2021)
www.forestsnews.cifor.org (waktu akses 21 Maret 2021)
www.kompas.com (waktu akses 21 Maret 2021)
www.aetra.co.id (waktu akses, 21 Maret 2021)

Air dan Kehidupan, Menghargai Air, Menghargai Kehidupan