Keanekaragaman Tanaman Koleksi Kebun Raya Cibodas Untuk Mewarnai Expo 2020 Dubai

Cibodas, (21/6/2021)
Indonesia akan ikut serta dalam Expo 2020 Dubai yang merupakan pameran berskala dunia. Dalam Expo 2020 Dubai tersebut akan menyampaikan prestasi dan kemajuan di bidang teknologi, industri, budaya, lingkungan hidup, dan lain-lain. Adapun tema dari Expo 2020 Dubai tahun ini adalah ?Connecting Mind and Creating the Future?.
Dalam kegiatan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ditunjuk untuk mengelola area Inovasi (Fixed Exhibition) dan Rolling Exhibition dengan tema Space (3-9 Oktober 2021); Climate & Biodeversity (17 ? 23 Oktober 2021); dan Travel & Connectivity (9 ? 15 Januari 2022) yang tergabung di dalam paviliun Indonesia. Expo 2020 Dubai menitikberatkan penggunaan video sebagai media informasi utama pada area pameran.

BRIN mengusulkan salah satu produk berupa video dari Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas (BKT KRC)-LIPI kepada panitia Expo 2020 Dubai mengenai Biodiversitas BKT KRC. Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala BKT KRC, Dian Latifah. Untuk mendukung pembuatan video tersebut, Dian Latifah membentuk kepanitian dengan anggota dari beberapa sivitas kawasan dan satuan kerja yang ada di Kebun Raya Cibodas, yaitu dari sivitas Humas Kawasan Cibodas Biro Kerja Sama Hukum dan Humas (BKHH), Biro Umum, Peneliti, dan unit konservasi ex situ BKT KRC.

Pembuatan video Expo 2020 Dubai dilakukan oleh tim dari salah satu Production House (PH) bersama staf dari BRIN. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juni 2021.
Kegiatan pengambilan gambar pada hari pertama diawali dengan paparan oleh Dian Latifah tentang peran strategis Kebun Raya Cibodas dalam konservasi tumbuhan dataran tinggi basah. Dian Latifah menuturkan bahwa menelusuri jalan sejarahnya, berdirinya KRC ditujukan sebagai tempat aklimatisasi tumbuhan yang didatangkan dari luar negeri khususnya yang didatangkan dari daerah yang beriklim sedang. Kebun Raya Cibodas selain berperan sebagai tempat aklimatisasi juga berperan sebagai tempat konservasi ex situ tumbuhan yang didatangkan dari dalam negeri dan dari berbagai belahan dunia.
Tanaman koleksi yang ada di Kebun Raya Cibodas memberikan kontribusi besar terhadap nilai konservasi global. Puluhan jenis tanaman terancam punah kategori International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) telah terkonservasi, begitu juga beberapa jenis tanaman endemik Indonesia, dan tanaman-tanaman yang mempunyai potensi ilmiah lainnya.

Dian mengungkapkan, beberapa contoh tanaman yang termasuk kategori langka IUCN yang telah dikoleksi di BKT KRC adalah Dipterocarpus hasseltii, Syzygium discophorum, dan Nepenthes truncata dan tanaman endemik Indonesia, yaitu Amorphophallus titanum (bunga bangkai raksasa). Amorphophallus titanum yang telah menjadi tanaman koleksi di BKT KRC telah dapat diperbanyak baik secara generatif maupun vegetatif.
Dian Latifah juga memaparkan tentang koleksi tanaman lumut yang dikonservasi di BKT KRC, bahwa BKT KRC tidak saja mengkonservasi tumbuhan tingkat tinggi namun juga tanaman tingkat rendah atau Kriptogamae, yaitu tanaman lumut. Taman lumut didesain menyerupai habitat alami dari tumbuhan lumut, taman lumut Kebun Raya Cibodas merupakan satu-satunya taman lumut outdoor terbesar di Indonesia. Terdapat lebih dari 100 jenis kekayaan tumbuhan lumut pada taman tersebut.

Kegiatan pembuatan video dilakukan dengan beberapa reka adegan, seperti kegiatan eksploasi tumbuhan atau botanical exploration yang dilakukan di kawasan mozaik hutan (remnant) BKT KRC, proses penanganan tanaman hasil eksplorasi dilakukan di pembibitan, perbanyakan tanaman Amorphophallus titanum di rumah kaca, kajian pertumbuhan Amorphophallus titanum dan tanaman lumut di taman tematik, kegiatan penelitian dilakukan di lab penelitian, pengamatan tanaman kina di kebun koleksi, dan kegiatan pembuatan herbarium dan penanganan data tanaman koleksi di ruang Herbarium BKT KRC.

Untuk memudahkan jalannya kegiatan pengambilan video di lapangan, tim menyusun konsep cerita yang meliputi lokasi, pelaku adegan, narasi, kontributor narasi dan kontributor stock film/foto untuk dijadikan bahan pertimbangan. Beberapa konsep narasi yang dimasukan dalam kegiatan pembuatan video tersebut, antara lain narasi tentang strategi konservasi Kebun Raya Cibodas dan tentang tanaman kina:
Strategi Konservasi Ex Situ Kebun Raya Cibodas
Indonesia merupakan salah satu negara yang dianugrahi keanekaragaman hayati paling besar di dunia, namun di sisi lain Indonesia juga menghadapi ancaman kepunahan yang sangat tinggi sehingga Indonesia berada dalam situasi megabiodiversity versus hotspot.
Kehadiran Kebun Raya memberikan sumbangsih yang sangat strategis terhadap kelestarian keanekaragaman tumbuhan dan telah terbukti Kebun Raya telah menyelamatkan ribuan jenis tumbuhan liar yang kini terkoleksi dalam bentuk kebun koleksibaik itu tanaman terancam punah, endemik, maupun tumbuhan yang mempunyai potensi ilmiah dan ekonomi. Tanaman koleksi tersebut merupakan cadangan genetik dan plasma nutfah yang mempunyai arti penting untuk kehidupan di muka bumi.
Satu setengah abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1852 penanaman kina (Cinchona calisaya) pertama di Indonesia yang dilakukan di Kebun Pegunungan Cibodas yang merupakan tonggak sejarah berdirinya Kebun Raya Cibodas. Menelusuri jalan sejarahnya, berdirinya Kebun Raya Cibodas ditujukan sebagai tempat aklimatisasi tumbuhan yang didatangkan dari luar negeri khususnya yang didatangkan dari daerah yang beriklim sedang. Kebun Raya Cibodas selain berperan sebagai tempat aklimatisasi juga berperan sebagai tempat konservasi tumbuhan yang didatangkan dari dalam negeri dan dari berbagai belahan dunia. Konsep konservasi telah dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas sejak satu setengah abad yang lalu jauh sebelum konsep konservasi yang dikembangkan seperti sekarang ini.
Tanaman koleksi yang ada di Kebun Raya Cibodas memberikan kontribusi besar terhadap nilai konservasi global. Puluhan jenis tanaman terancam punah kategori International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) telah terkonservasi, begitu juga beberapa jenis tanaman endemik Indonesia, dan tanaman-tanaman yang mempunyai potensi ilmiah lainnya.
Langkah-langkah strategi yang dilakukan Kebun Raya Cibodas dalam menambah cadangan genetik dalam bentuk tanaman koleksi dilakukan dengan beberapa kegiatan, yaitu:

  1. Kegiatan eksplorasi flora
    Kegiatan eksplorasi flora yaitu mengkoleksi berbagai tumbuhan liar yang mempunyai nilai terancam punah di alam, endemik, dan mempunyai potensi, baik secara ilmiah maupun ekonomi. Kegiatan eksplorasi flora untuk Kebun Raya Cibodas dilakukan di kawasan barat Indonesia.
  2. Perbanyakan dan pemulian tanaman
    Penambahan cadangan genetik di Kebun Raya Cibodas dilakukan dengan cara perbanyakan yang diambil dari tanaman koleksi, baik tingkat koleksi kritis maupun yang mempunyai potensi. Untuk menambah varietas-varietas baru yang unggul, Kebun Raya Cibodas juga melakukan pemuliaan tanaman.
  3. Konservasi dalam bentuk Bank Biji
    Strategi konservasi bank biji merupakan strategi konservasi dalam bentuk biji sebagai cadangan genetik dalam jangka waktu tertentu yang mempunyai nilai efektif dan efisien, tidak memerlukan lahan yang luas dan dapat memperpanjang waktu simpan, sehingga dapat digunakan di masa yang akan datang apabila diperlukan.
  4. Konservasi Tumbuhan Lumut
    Keinginan Kebun Raya Cibodas untuk mengkonservasi kekayaan alam Indonesia tidak terbatas hanya pada tumbuhan tingkat tinggi, namun juga pada tumbuhan tingkat rendah atau kriptogamae. Salah satu diantaranya adalah konservasi tumbuhan lumut yang khusus ditempatkan pada taman lumut. Didesain menyerupai habitat alami dari tumbuhan lumut, taman lumut Kebun Raya Cibodas merupakan satu-satunya taman lumut outdoor terbesar di Indonesia. Terdapat lebih dari 100 jenis kekayaan tumbuhan lumut pada taman tersebut.
    Selain menerapkan langkah strategi dalam pengayaan genetik, Kebun Raya Cibodas juga menerapkan strategi konservasi dengan memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya konservasi tumbuhan untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang dengan melakukan pembinaan terhadap peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi melalui program pendidikan lingkungan. Sampai akhir tahun 2020 sudah lebih dari 18.000 orang peserta didik yang mengikuti program pendidikan lingkungan di Kebun Raya Cibodas. Harapan dari pendidikan lingkungan tersebut, yaitu munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan tumbuhan, berlaku bijak terhadap lingkungan demi kehidupan yang lebih baik untuk semua masyarakat.
    Kebun Raya Cibodas merupakan satu dari empat Kebun Raya yang ada di bawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang berperan untuk mengkonservasi tumbuhan yang berasal dari dataran tinggi basah. Peran ini mengacu pada letak geografis Kebun Raya Cibodas yang terletak di lereng Gunung Gede ? Pangrango pada ketinggian 1250 ? 1425 m dpl, yang merupakan dataran tinggi basah sebelah barat Indonesia.
    Kebun Raya Cibodas memfokuskan kegiatan konservasinya terhadap tumbuhan dataran tinggi basah telah terbukti mampu mengoleksi tumbuhan yang berasal dari dataran tinggi basah khususnya tumbuhan dari sebelah barat Indonesia. Peran ini dimainkan karena tiga kebun raya lain yang ada di bawah LIPI tidak melakukan konservasi tumbuhan dari dataran tinggi.
    Tumbuhan khas dataran tinggi basah yang telah dikoleksi sebagai cadangan genetik yang mempunyai nilai penting tersebut terdiri atas 1.994 jenis, terdiri koleksi kebun 1.542 jenis, Anggrek 139 jenis, Nepenthes 13 jenis, Paku-pakuan 100 jenis, Gesneriacea 17 jenis, Liana 35 jenis. Selain itu ada tanaman introduksi yang bukan khas dataran tinggi basah sebagai penambah keaneragaman koleksi yaitu koleksi kaktus sebanyak 80 jenis dan Sukulen 68 jenis.
    Kebun Raya Cibodas telah mengkonservasi tumbuhan yang terancam punah berdasarkan kategori IUCN baik tanaman yang berasal dari Indonesia maupun hasil introduksi yang terdiri atas Vulnerable (VU) 43 jenis dari 167 spesimen, Endangered (EN) 42 jenis dari 440 spesimen, dan Critically Endangered (CR) 10 jenis dari 37 spesimen.

Keterkaitan Tanaman Kina dan Kebun Raya Cibodas
Tanaman Kina pertama kali ditanam di Indonesia yaitu di kebun Raya Cibodas pada tahun 1852. Sehingga Kebun Raya Cibodas telah memberikan nilai penting bagi sejarah awal budidaya tanaman kina di Indonesia. kulit kayu kina atau Cinchona digunakan untuk menghasilkan alkaloid; dikenal sebagai obat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk mengobati demam malaria sampai dengan akhir tahun 1940-an. Namun menurut Junghuhn penguasa di KRC pada saat itu, menyatakan bahwa tumbuhan kina di KRC tidak dapat tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, sehingga pada tahun 1864 pohon kina yang telah ditanam di KRC dipindahkan ke Cinyiruan, Bandung Selatan.
Ekspor kulit kayu kina pada saat itu sekitar tahun 1870-an mulai menunjukkan hasil nyata. Hal ini menyebabkan dalam dua dekade berikutnya Pemerintah Hindia Belanda mendominasi pasokan global kulit kayu kina ke pabrik-pabrik farmasi. Pada tahun 1930-an perkebunan perkebunan kina Belanda di Jawa menghasilkan 22 juta pon kulit kayu kina atau 97% dari produksi kina dunia. (TG/NS/TU)

Keanekaragaman Tanaman Koleksi Kebun Raya Cibodas Untuk Mewarnai Expo 2020 Dubai