BRIN Perkuat Infrastruktur Riset di Kebun Raya Cibodas

Cibodas – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional kembali memperkuat infrastruktur riset (14/7) di Kebun Raya Cibodas (KRC). Penambahan fasilitas-fasilitas laboratorium telah dilakukan seperti Microscope CX 43 (1 set) dan satu set alat uji molekular seperti PCR, Gel Doc, Micropipet, Minispin/Spidown, Vortex, Hotplate stirrer, PCR Hood, 1 set elektroforesis DNA, Sentrifuge refrigerated, dan Power supply.


Menurut Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Iman Hidayat, penambahan infrastruktur riset perlu untuk dilakukan karena pelaksanaan riset dasar terutama riset eksperimental tumbuhan yang merupakan kompetensi inti dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan masih tertinggal dibandingkan yang lain.


“Kalau kita melihat sejarah, kebun raya dibangun dari domestikasi tanaman-tanaman liar menjadi produksi yang bernilai ekonomi tinggi dan hal ini membutuhkan sarana pendukung. Namun dalam perjalanannya, fasilitas riset kebun raya masih minim jika dibanding dengan pusat riset lain di Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan” kata Iman.


Seluruh fasilitas laboratorium baik di Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, Bali masih belum mendukung kegiatan riset dengan teknologi masa kini. Berbagai alat seperti mikroskop sudah mulai tidak optimal untuk digunakan, apalagi alat-alat uji molekuler yang kurang mendukung kegiatan riset. Padahal untuk identifikasi tumbuhan saat ini sudah tidak bisa dengan hanya mengandalkan morfologi saja tetapi sudah harus menggunakan teknik molekuler. Dengan demikian, peningkatan fasilitas alat riset yang saat ini dilakukan merupakan alat riset dasar dan hal ini sangat penting untuk eksperimental botani di seluruh kebun raya agar para periset di kebun raya bisa berkembang.


Iman berharap dengan dilengkapinya alat-alat riset tersebut maka periset dapat lebih berkembang dan meningkatkan hasil penelitiannya. Kebun raya merupakan laboratorium hidup dan itu perlu dilengkapi dengan alat-alat analisis guna memperkuatnya. “Saya dengan Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan sudah mulai melengkapi fasilitas riset di seluruh kebun raya. Setidaknya kebutuhan minimal untuk laboratorium dasar dapat terpenuhi sehingga akan mampu mengembangkan kapasitas dan kompetensi SDM perisetnya” imbuh Iman.


Sementara itu Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan, Andes Hamuraby Rozak, menambahkan bahwa pengadaan alat-alat riset di lingkup Kebun Raya tentunya akan terus dilakukan. Komitmennya adalah untuk memenuhi kebutuhan riset dasar yang dilakukan di Pusat Risetnya. Dengan demikian, kegiatan riset misalnya eksperimental botani dapat berjalan dengan baik yang tentu saja dapat mendukung kegiatan riset yang akan dilakukan oleh para perisetnya. “Outputnya pada akhirnya diharapkan menghasilkan riset-riset yang berkualitas baik sehingga mampu menjadi jawaban atas permasalahan-permasalahan riset dasar botani yang ada selama ini” imbuh Andes.


Penambahan alat-alat laboratorium ini disambut baik oleh para Peneliti seperti yang disampaikan oleh Intani Quarta Lailaty, seorang Peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan. “Alat-alat yang dikirim cukup sesuai dan memang dibutuhkan karena sebelumnya kita sudah meminta beberapa alat untuk digunakan di beberapa laboratorium yaitu laboratorium botani, laboratorium kultur jaringan, dan laboratorium fisiologi molekuler” kata Intani.


Selama ini penelitian di Kebun Raya Cibodas cukup terkendala karena keterbatasan alat penelitian seperti alat molekuler yang masih belum standar dan terbatas. Sehingga jumlah sampel yang diujinya pun terbatas. Kemudian untuk mikroskop yang digunakan selama ini juga mikroskop yang sudah lama, sudah ketinggalan jaman dan hanya satu di Cibodas padahal yang membutuhkannya lumayan banyak. “Semoga saja barang-barang yang sudah diberikan dapat kita manfaatkan dengan baik dan juga semoga bisa menambah daya kualitas penelitian kita” tutur Intani. (ttg.)

BRIN Perkuat Infrastruktur Riset di Kebun Raya Cibodas