Mengenal Tanaman Endemik Pulau Madagaskar di Kebun Raya Cibodas

Madagaskar adalah sebuah negara pulau yang berada di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika, walaupun secara geografis berdekatan, namun sejarah geologi, biologi, dan demografi, Pulau Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua Afrika. Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. https://id.wikipedia.org/wiki/Madagaskar


Berbicara tentang tanaman asal Madagaskar, ternyata Kebun Raya Cibodas mempunyai tanaman koleksi dari negara tersebut, yaitu tanaman dengan nama ilmiah Phyllarthron madagascariense K.Schum. yang termasuk kedalam family Bignoniaceae. Phyllarthron madagascariense adalah tanaman endemik pulau Madagaskar, di habitatnya tanaman ini tumbuh tersebar luas di bagian timur dan tengah pulau Madagaskar.
Pohon Phyllarthron madagascariense selalu hijau, berukuran kecil hingga sedang dengan tinggi hingga 20(?40) m; batang biasanya lurus, terkadang bergalur di pangkal, berdiameter hingga 80 cm; permukaan kulit kayu pecah-pecah, kehitaman, kulit bagian dalam berserat; ranting berbulu kelenjar.

Daun berhadapan, kadang ada yang bergerombol terdiri dari 3 daun yang salah satu daunnya bersayap yang merupakan modifikasi dari tangkai daun dan urat daun, tidak memiliki stipula. Pangkal daun bulat telur memanjang, ujung daun elip sampai meruncing membundar. Perbungaan merupakan cyme atau raceme aksila atau terminal, hingga 20 kuntum bunga. Phyllarthron madagascariense di habitatnya berbunga dan berbuah dari November hingga Mei. Bunganya diserbuki oleh serangga besar seperti lebah dan burung matahari. Buahnya dimakan oleh binatang lemur, yang mungkin menyebarkan bijinya.

Kayunya yang keras dari tanaman Phyllarthron madagascariense dikenal sebagai ?Zahana? dan secara tradisional digunakan untuk pegangan senjata tradisional assegais. Selain itu karena daya tahannya yang kuat kayu Phyllarthron madagascariense digunakan untuk jembatan, tiang pagar, bantalan kereta api bahkan sangat cocok untuk lantai bangunan, pertukangan kayu, badan kendaraan, peralatan olahraga, mainan, dan peralatan pertanian.

Buahnya dapat dimakan meski tidak terlalu enak, dengan rasa seperti pisang kering. Kulit batangnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati diare, radang, luka, dan batuk. Daun sebagai obat luar digunakan untuk mengobati luka, sedangkan rebusan daun diberikan untuk mengatasi blennorrhoea (istilah medis yang menunjukan keluarnya lendir encer yang berlebihan, terutama dari ureta atau vagina.), dan sebagai antineuralgic dan relaksan.
Dikutip dari laman https://uses.plantnet-project.org/en/Phyllarthron_madagascariense_(PROTA)
Phyllarthron madagascariense merupakan salah satu tanaman introduksi dari Madagaskar yang dapat tumbuh dengan baik di Kebun Raya Cibodas. Sampai dengan saat ini di Kebun Raya Cibodas ada 6 spesimen yang ditanam di 2 (dua) vak atau blok, yang tertua berusia 91 tahun ditanam pada tahun 1930. Sumber: Sistem Informasi Data Tanaman (SINDATA)Kebun Raya Cibodas & Database Unit Registrasi Kebun Raya Cibodas. (TG)

Mengenal Tanaman Endemik Pulau Madagaskar di Kebun Raya Cibodas