Palm Tertinggi Di Kebun Raya Cibodas

Humas-BRIN, Pigafetta filaris (palm) adalah  jenis tanaman palm yang tumbuh tersebar di dataran rendah kepulauan Maluku hingga Papua. Tanaman ini termasuk ke dalam Family Arecaceae yaitu kerabatpalm-palman. Pigafetta filaris  dikenal sebagai Sagu Hutan dan mempunyai beberapa nama daerah seperti lapia abel (Ambon), hakur,weul (Seram),dan kabuho (Sulawesi).

Nama marga “Pigafetta” diambil dari nama Antonio Pigafetta seorang penjelajah bangsa Italia sedangkan “filaris“, berasal dari bahasa latin yang berarti “seperti benang” (filiform, filamentous); kemungkinan merujuk pada pemanfaatan daun mudanya sebagai sumber bahan tenunan. https://id.wikipedia.org

Pigafetta filaris tumbuh tegak lurus dengan tinggi hingga 50 m, dan merupakan palm tertinggi kedua setelah Ceroxylon alpinum. Batang hijau mengkilap, menjadi kecokelatan di bagian sebelah bawah, dihiasi dengan cincin-cincin keputihan bekas melekatnya pelepah daun dengan keliling batang mencapai 30-45 cm. Daunnya majemuk menyirip genap, besar, panjang hingga 6 m, melengkung dengan tangkai daun sekitar 1,8 m dan helaian anak daun sepanjang 1 m. Pelepah dan ibu tulang daun berwarna abu-abu keputihan, seperti terlapisi bedak, dengan duri-duri berwarna kuning pucat keemasan yang panjang dan lentur, tersusun dalam barisan-barisan.

Di Kebun Raya Cibodas (KRC) tanaman Pigafetta filaris  yang tertua ditanam pada tahun 1976 (46 tahun). Tanaman ini dapat ditemukan di lokasi  sekitar kantor gedung pengelola dan menjadi koleksi pohon palm tertinggi di KRC. KRC sendiri mempunyai koleksi tanaman palm-palman sebanyak 208 pohon dari beberapa jenis yang berbeda.dan tersebar di beberapa zonasi di KRC. (database tanaman koleksi Unit Registrasi Kebun Raya Cibodas-BRIN).

Dikutip dari laman https://id.wikipedia.org , banyak manfaat dari tanaman palam jenis ini. Batangnya yang lurus dan bulat  berkayu keras, kerap dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Kayu ini dibelah-belah menjadi semacam papan yang disebut ruyung. Di wilayah Pegunungan Cylopsdi Papua, ruyung dari pohon ini dipakai sebagai lantai rumah atau pondok. Bagian dalam batangnya yang lunak (empulur) digunakan untuk memelihara ulat sagu. Daun-daunnya dipakai sebagai bahan atap rumah. Daunnya yang belum terbuka (janur), pada masa lalu diproses untuk menghasilkan serat dan dipergunakan sebagai benang atau ditenun. (ttg)

Palm Tertinggi Di Kebun Raya Cibodas