Tanaman Endemik Papua; Rhododendron Macgregoriae F.Muell Di Kebun Raya Cibodas

Rhododendron atau banyak yang meyebutnya dengan Azalea, Saliyah, Kadudampit, Turuwara merupakan genus tanaman berbunga yang tumbuh di ketinggian 1.000 – 4000 meter di atas permukaan laut. Rhododendron adalah kelompok tanaman yang hidup di kawasan Tropis atau Sub Tropis dan beberapa speciesnya tumbuh sampai di California dan Siberia tetapi pusat keanekaragamannya yang banyak adalah di Asia Tenggara, terutama di pegunungnan yang beriklim sejuk. Mulai dari Himalaya melalui Indonesia sampai Papua New Guinea, Rhododendron membentuk komunitas sub montana, montana, dan sub alpin.
Rhododendron merupakan tanaman berbunga dengan perawakan semak sampai pohon kecil, terestrial atau epifit. Memiliki daun yang tersusun spiral atau berhadapan berseling, bunganya majemuk dan berbentuk tabung, serta memiliki buah berbentuk kapsul yang menjulang ke atas. Di kawasan Malesia, ada beberapa jenis Rhododendron yang potensial terancam punah. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan habitat, perbedaan polinator dan waktu berbunga, serta ketersediaan bibit atau anakan yang sangat sedikit di alam.
Azalea jenis Rhododendron macgregoriae F.Muell adalah salah satu jenis azalea asli Indonesia terutama banyak ditemui di Papua. Tanaman dengan famili atau suku Ericaceae ini lebih sering dikenal dengan nama Itanamuke di daerah aslinya. Itanamuke selain dijadikan sebagai tanaman hias juga digunakan sebagai obat tradisional yaitu untuk antibakterial. Tanaman ini dimanfaatkan oleh etnis lokal yang bernama etnis Dani. Etnis Dani adalah suatu masyarakat tradisional yang hidup di Lembah Baliem-Jayawijaya sekitar Wamena dan Kurulu. Mereka memiliki hubungan yang sangat erat terhadap alam dan lingkungan. Mereka memanfaatkan sumber daya alam khususnya tumbuhan hanya sebatas untuk keperluan sehari-hari terutama tumbuhan yang mengandung obat. Etnis Dani pun tidak terlalu terbuka terhadap orang luar dalam memberikan informasi terutama mengenai tanaman obat.
Etnis Dani mempercayai Itanamuke mengandung zat antibakterial dan andromedatoxin yang bersifat racun dan menyebabkan muntah, kejang, hingga kematian. Selain itu etnis Dani dan masyarakat Papua secara luas menggunakan Itanamuke sebagai salah satu obat yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, seperti kudis, gatal, panu, dll. Cara yang digunakan untuk pengobatan tradisional ini cukup mudah, ambil bunga itanamuke secukupnya, lalu gosokkan pada bagian kulit yang berpenyakit dan dapat dilakukan sehari 3 kali. Selain itu kandungan Myrmecodia aureospinosa yang ada di tanaman itanamuke diduga bisa menyembuhkan kanker dan penyakit lainnya.
Tanaman ini cukup mudah dalam perbanyakannya yaitu dapat melalui biji dan stek batang. Kebun Raya Cibodas sampai saat ini sudah mengoleksikan tanaman jenis ini sebanyak 6 pohon yang berada di vak I.E (1 pohon) dan I.G (5 Pohon)

Zomlefer, 1994; Argent, et al., 1998; Kurashige, et al., 2001; Craven, et al., 2008).

(Fay, 1992; Singh and Gurung, 2009). (Semwal dan Purohit 1980; Singh et all., 2008a; Singh et all., 2008b; Singh 2009).
http://storyandfoodstory.blogspot.com/2016/02/khasiat-bunga-asli-papua-itanamuke.html

https://ambon.antaranews.com/berita/10228/kabupaten-jayawijaya-kaya-tanaman-oba

https://books.google.co.id/books?id=wXsADgAAQBAJ&pg=PA176&lpg=PA176&dq=kegunaan+dari+rhododendron+macgregoriae&source=bl&ots=n6VUX4w13T&sig=ACfU3U1my9bl5gBZ527OrnYeF-GcArFwZw&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiJ_IHf6sboAhWf4jgGHcttC58Q6AEwBnoECAsQLg#v=onepage&q=kegunaan%20dari%20rhododendron%20macgregoriae&f=false

Penulis dan Foto: DNP

Tanaman Endemik Papua; Rhododendron Macgregoriae F.Muell Di Kebun Raya Cibodas