Tanaman Teh, Camellia sinensis

Menjalani rutinitas di pagi hari terasa sangat menyenangkan apabila ditemani secangkir teh hangat. Minuman teh selain menyegarkan, juga menyehatkan bagi kesehatan. Minuman ini sering juga dinikmati saat berkunjung ke rumah teman, saat bersantai ataupun pada saat kita makan.

Dikutip dari laman www.alodokter.com bahwa di dalam 100 gram teh hijau terkandung beragam nutrisi sebagai berikut: 1 kkal energi, 0,2 gram protein, 1 miligram magnesium, 8 miligram kalium dan 12 miligram kafein. Selain itu, teh hijau juga mengandung antioksidan, antiradang, dan antikanker yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Teh adalah tanaman perdu dari suku Theaceae yang memiliki nama ilmiah Camellia sinensis. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian antara 200 s/d 2000 meter di atas permukaan laut. Tanaman teh di perkebunan-perkebunan tidak dibiarkan tinggi karena selalu dilakukan pemangkasan secara berkala agar diperoleh tunas-tunas daun yang banyak serta memudahkan pemetikan daunnya. Di Kebun Raya Cibodas koleksi tanaman teh Camellia sinensis  dibiarkan tumbuh tinggi yang diperkirakan hinga mencapai tinggi 9 meter.

Minuman teh begitu popular di seluruh dunia, namun pernah kah anda bertanya, sejak kapan manusia mulai meminum teh? dan dari manakah asal tanaman teh tersebut?

Dilansir dari CNN Indonesia, bahwa tanaman teh pertama kali ditemukan oleh Kaisar Shen Nong dari China, bapak pertanian dan kedokteran, pada tahun 2373 Sebelum Masehi. Dikisahkan pada suatu waktu, Shen Nong berkeliling mencari tanaman obat baru. Saat merasa tak enak badan, Shen Nong beristirahat di bawah pohon sambil merebus air untuk melepas dahaga. Beberapa helai daun jatuh ke dalam rebusan air tersebut tetapi, Shen Nong tidak membuangnya.

Meski air rebusan memiliki rasa sedikit pahit, Shen Nong tetap meminumnya dan tidak terlalu lama dia pun merasa badannya membaik. Sejak saat itu, Shen Nong memperkenalkan minuman yang diseduh dengan daun tersebut, sehinnga menjadi minuman khusus untuk Istana Kekaisaran. Minuman inilah yang disebut sebagai asal mula teh.

Sejak ribuan tahun lalu, teh berkembang dari satu daerah ke daerah lainnya hingga, menjadi minuman terpopuler di dunia. Di Eropa, teh diperkenalkan oleh para misionaris Belanda yang datang ke Asia pada abad ke-17 sehingga menyebar ke seluruh Eropa.

Sementara itu, terkait sejarah tanaman teh di Indonesia, dikutip dari https://p2k.unkris.ac.id bahwa tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1684, berupa biji teh (diduga Camelia sinensis) dari Jepang yang dibawa oleh seorang berwarga-negara Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam untuk tanaman hias di Batavia.

Kemudian seorang rahib yang Bernama F. Valentijn, juga melaporkan pada tahun 1694, bahwa dia melihat tanaman teh di halaman rumah gubernur jenderal VOC, Camphuys, di Batavia.

Pada tahun 1817 pemerintah Hindia Belanda membangun Kebun Raya Bogor untuk kebun botani. Tahun 1826 tanaman teh melengkapi koleksi Kebun Raya Bogor. Kemudian pada tahun 1827 dilakukan penanaman teh di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat dan percobaan penanaman dalam skala luas di Wanayasa (Purwakarta) dan lereng Gunung Raung (Banyuwangi).

Percobaan penanaman teh tersebut dianggap telah berhasil, sehingga pada tahun 1828 di Jawa mulailah dibangun perkebunan dalam skala besar yang dipelopori oleh seorang pakar teh, yang Bernama Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson. Penanaman Ini terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal van den Bosch. Tahun 1835 teh kering olahan dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam.

Pada tahun 1877 jenis teh assamica mulai masuk ke Indonesia (Jawa) yang didatangkan dari Ceylon (Sri Lanka). Jenis tanaman teh tersebut ditanam di Gambung, Jawa Barat (sekarang menjadi lokasi Pusat Penelitian Teh dan Kina) oleh R.E. Kerkhoven.

Teh assamica ternyata sangat cocok dan produksinya lebih tinggi, sehingga secara berangsur penanaman teh jenis sinensis diganti dengan teh assamica. Sejak itu perkebunan teh di Indonesia berkembang lebih luas. Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh pertama di luar Jawa, di daerah Simalungun, Sumatera Utara. (TG/DNP)

Tanaman Teh, Camellia sinensis